Mengulas Sejarah Vespa di Indonesia Populer Sejak Tahun 1950-an

Mengulas Sejarah Vespa di Indonesia Populer Sejak Tahun 1950-an – PT Piaggio Indonesia ingin mengajak seluruh pecinta Vespa di Indonesia untuk mengenang kembali sejarah dan cerita Vespa di tanah air. Cerita – cerita ini merupakan landasan bagi kesuksesan vespa selama hampir delapan dekade dan juga sebagai bagian dari cerita – cerita tak terlupakan yang lekat dengan pecinta vespa di Indonesia.

Vespa merayakan pencapaian produksi lebih dari 19 juta unit selama 75 tahun. Kendaraan roda dua nan bahenol yang tidak berjeruji , sampai sekarang masih terlihat melintas di jalanan kota – kota Indonesia. Padahal, skuter asal Italia itu untuk yang berjenis klasik sudah tidak diproduksi lagi di dalam negeri.

Sejarah vespa ini pertama kali masuk ke Indonesia pada zaman kolonial Belanda. Produk perusahaan sepeda motor Italia Piaggio yang tercipta pertama kali pada tahun 1946 usai Perang Dunia II dan pertama kali masuk ke Indonesia pada akhir tahun 1960-an. Saat itu hanya segelintir orang yang menggunakan Vespa.

Namun, “ Kongo “ membuat demam Vespa dimulai di Indonesia. Semuanya bermula gara – gara TNI dan Vespa Kongo sekitar tahun 1963. Pada saat itu Indonesia mendapat tugas dari Perserikatan Bangsa – bangsa untuk menjaga keamanan di Kongo – Negara di tengah Afrika yang dilanda perang saudara.

Mengulas Sejarah Vespa di Indonesia Populer Sejak Tahun 1950-an

Mengulas Sejarah Vespa di Indonesia Populer Sejak Tahun 1950-an

Dahulu Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Nah, sepulangnya ke Indonesia , anggota Kontingen Garuda diberikan penghargaan oleh pemerintah berupa Vespa Kongo, maka inilah awal sejarah vespa dimulai. Sontak membuat heboh masyarakat Indonesia karena melihat para tentara Indonesia mengendarai Vespa kongo tersebut.

Lantaran diberikan pada prajurit yang bertempur di Congo, maka akhirnya vespa tersebut hingga kini dikenal dengan nama vespa Congo. Vespa congo bukanlah produk yang dibuat Italia , melainkan basic nya merupakan vespa GS & 125 buatan Messerschmitt, Jerman.

Sebagian diantara kita mungkin menganggap harga vespa tersebut sangat – sangatlah murah. Tapi pada kenyataannya di tahun 60-70’an harga vespa pada saat itu malah berada diatas Sport Jepang lainnya yang punya spesifikasi lebih memadai. Akan tetapi , vespa memiliki karisma & daya Tarik yang memang luar biasa untuk mengambil hati konsumen.

 

Pada masa itu juga, PNS Indonesia juga diperbolehkan membeli vespa untuk sarana transportasi mereka dengan cara menyicil. Masa itu harga Vespa PS bekas sekitar Rp 700 ribu, masuk ke Indonesia pada tahuun 1980-an. Kemudian PNS diberi kesempatan menyicil vespa PS Rp 40 ribu perbulan selama lima tahun.

Sejarah Vespa Masih Tidak Akan Terlupakan Rakyat Indonesia

Hingga saat ini terdapat berbagai jenis Vespa di Indonesia, mulai edisi klasik hingga modern dari harga jutaan sampai puluhan juta rupiah. Semakin tua tahun produksinya  maka semakin mahal harga Vespa tersebut. Apalagi saat itu belum ada supplier untuk sparepart Vespa.

Otomatis, kemudian munculah beberapa nama perusahaan yang nantinya bakal mengimpor Vespa di Tanah Air. Akhirnya pada bulan Juli tahun 1970 , hadirlah ATPM Resmi vespa pertama yang bernama PT. DanMotors Vespa Indonesia. Produk yang didatangkan kala itu adalah Vespa Sprint, vespa super dan ditambah 2 varian yang termurah Vespa spesial ( PTS 90 ) & Vespa Exclusive (PX150).

Semua motor vespa tersebut didatangkan dengan cara knok-down atau diimpor dalam part – part kemudian dirakitlah di Indonesia. Dalam rangka mencapai tujuan Pelita II ( Kabinet Pembangunan II ) yang menginginkan 50% part Vespa dibuat secara lokal.Akhirnya rencana tersebut pun dimulai oleh DanMotor.

Tahun 1979 atau akhir Pelita II mereka mampu membuat Casting Frame Monococque & beberapa part bodinya secara mandiri. Baru pada tahun 1992 mereka berhasil memproduksi mesinnya secara utuh berkat kerjasama antara DanMotor & PT. ICCO Murni Indonesia (IMI). Ditahun yang sama pula hadirlah satu vespa yang nantinya punya nama besar yaitu Vespa Excel.

Di era krisis moneter (krismon) tahun 1998 ATPM vespa terpaksa melakukan PHK besar- besaran pada pegawainya. Bahkan hingga tahun 2006 silam, pegawai DanMotor diketahui hanya berjumlah 170 orang saja. Meskipun demikian, nama besar, originalitas & sejarahnya bakal selalu melekat dihati pecinta setianya.

Terbukti hingga era vespa modern seperti sekarang ini , sejarah vespa klasik tetaplah dicari, dicintai dan punya tempatnya tersendiri di hati pecintanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.